Keamanan Cyber Yang Efektif Perlu Kiat Yang Cokus Pada Pemakai

Keamanan Cyber Yang Efektif Perlu Kiat Yang Cokus Pada Pemakai

Forcepoint sudah menerbitkan studi baru berjudul ” Hal Manusia : Prilaku, Maksud, serta Persimpangan Data Perusahaan Rusak ” . Studi ini, yang memeriksa deteksi prilaku manusia dalam keamanan dunia maya serta pengaruhnya pada perlindungan modal cendekiawan perusahaan, didasarkan pada interviu dengan 1. 250 profesional keamanan dunia maya dari bermacam bidang di pelosok dunia, khususnya dalam service keuangan, minyak serta gas serta perawatan kesehatan.

Menurut hasil pengamatan ; Sebagian besar responden (80%) yakin kalau penting untuk menyadari prilaku manusia disaat berhubungan bermodalkan cendekiawan serta data perusahaan penting yang lain, tapi cuma 32% yang mengerjakannya lewat cara efisien. Terkecuali itu, 78% responden menjelaskan kalau kemauan pemakai itu penting, sesaat cuma 28% yang miliki kapabilitas ini. Di sisi lainnya, 72% responden sepakat kalau keamanan bisa diperkokoh dengan focus pada tempat orang berhubungan dengan data penting untuk lebih menyadari prilaku serta maksud pemakai.

Baca juga : 29 OKTOBER 2019 PERINGATAN 50 TAHUN DUNIA INTERNET

Pengamatan ini pun mengutarakan kalau banyak ahli keamanan cyber tidak suka dengan investasi tehnologi waktu ini sesaat berikan keamanan jadi susah sebab penebaran data serta batas-batas jaringan. Tetapi, didambakan kalau wawasan prilaku serta maksud pemakai bakal membuat kemampuan yang relevan dalam berhubungan dengan data lain yang penting buat modal cendekiawan serta nilai perusahaan.

Menyadari Prilaku Serta Maksud Pemakai Merupakan Penting Lewat Cara Strategis

Menurut survey global Forcepoint, cuma 4% profesional keamanan cyber yang suka dengan investasi serta 13% yakin kalau semakin banyak alat keamanan cyber bakal menaikkan keamanan.  Sesaat data menyebar di beberapa metode serta feature, jaringan perusahaan tak lagi termonitor ketat seperti awal mulanya. 28% responden survey menyampaikan kalau data perusahaan yang urgent serta modal cendekiawan menebar lewat feature pribadi pemakai, 25% lewat feature portabel seperti ingatan USB, serta 21% lewat service cloud publik. 46% profesional keamanan dunia maya menjelaskan mereka risau terkait paduan beberapa alat seperti smartphone serta penerapan pribadi serta perusahaan.

Cuma 7% responden yang miliki visibilitas yang baik terkait bagaimana karyawan memakai data perusahaan penting pada feature perusahaan serta feature pribadi. (Service yang diketahui oleh organisasi, seperti Microsoft Exchance serta service pembeli, seperti Google Drive, Gmail) Ruangan dimana orang berhubungan dengan data perusahaan urgent serta modal cendekiawan kira-kira dari e-mail ke sosial media serta penerapan cloud faksi ke-3. E-mail pada tempat pertama dengan tingkat 46%. Feature seluler serta cloud http://ganool.life/ pun miliki kepedulian yang sama. Kebocoran data, ishing phishing ”, bahaya berbasiskan feature pribadi, serta kekeliruan pemakai merupakan semua pada kemungkinan paling tinggi ialah 30%.

Sebagian besar profesional yang berikan masukan untuk pengamatan ini menjelaskan kalau investasi yang bakal dijalankan dengan periksa prilaku pemakai bakal berikan andil yang relevan untuk menaikkan keamanan cyber.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*