APJII: RUU Kamtan Siber Harus Diulas Semua Pemangku Kebutuhan

APJII: RUU Kamtan Siber Harus Diulas Semua Pemangku Kebutuhan

Beberapa golongan memberi input pada bahasan Perancangan Undang-Undang Keamanan serta Ketahanan (Kamtan) Siber oleh DPR serta pemerintah. RUU ini ditujukan membuat perlindungan keamanan siber di masa digital seperti saat ini. Berdasar survey penetrasi serta tingkah laku pemakai internet yang dikerjakan oleh Asosiasi Pelaksana Layanan Internet Indonesia (APJII) bersama dengan Polling Indonesia pada 2018 tertera pemakai internet di negeri ini sudah sampai 171,17 juta jiwa dari 264,16 juta jiwa masyarakat di Indonesia.

APJII mengutamakan, keamanan siber bukan sekedar berkaitan dengan info yang berbentuk digital. Lebih jauh, keamanan siber ini mencakup aset-aset siber seperti infrastruktur gawat, yaitu jaringan telekomunikasi, satelit, listrik, serta transportasi. APJII pada intinya sepakat adanya UU Kamtan Siber. Ini sebab keamanan siber mutlak dibutuhkan oleh satu negara, terhitung Indonesia.

Baca juga : BEBERAPA MACAM SOFTWARE APLIKASI, ADA YANG DITINGKATKAN UNTUK MERAMALKAN KEMATIAN MANUSIA

Walau demikian, APJII inginkan RUU Kamtan Siber diulas bersama dengan semua pemangku kebutuhan. “Semangat dari RUU ini bagus, membuat perlindungan keamanan siber. Khususnya aset-aset siber yang demikian kritikal. Tetapi, APJII menginginkan untuk dibahasnya RUU itu terlebih dulu bersama dengan semua pemangku kebutuhan berkaitan sebelum jadikan UU,” tutur Ketua Bagian Keamanan Siber APJII Eddy S Jaya, Jumat (30/8/2019).

Menurut dia, bahasan bersama dengan pemangku kebutuhan berkaitan tidak dapat dilepaskan demikian saja. Hal itu penting supaya UU Kamtan Siber dapat mengoordinasi semua pemangku kebutuhan di industri berkaitan.Dengan begitu, UU itu bisa diterima oleh semua golongan. “Kami mengharap supaya sebelum disahkannya UU Keamanan serta Ketahanan Siber, beberapa pemangku kebutuhan diikutsertakan untuk mengulas RUU ini,” sebut Eddy.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*